Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?
Perubahan pola pikir, kebutuhan, dan terutama perubahan gaya
hidup merupakan gejala semakin majunya manusia pada era kini. Dunia
perekonomian pun mengalami perubahan yang sangat pesat dimana ditandai dengan
semakin cepatnya arus informasi yang terjadi di pasar. Setiap perusahaan harus
saling bersaing mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini menyebabkan
meningkatnya kebutuhan perusahaan akan sumber informasi yang cepat dan akurat
dalam pengambilan keputusan.
Fakta yang terjadi saat ini adalah meningkatnya pengolahan
data di perusahaan dengan menggunakan komputer. Harapan yang timbul dari
kondisi tersebut adalah kebutuhan setiap bagian atau manajemen perusahaan akan
informasi dapat dengan segera diperoleh. Oleh karena itu, operasional
perusahaan dapat berjalan bila didukung oleh adanya informasi yang cepat dan
akurat.
Penggunaan komputer dalam perusahaan akan berdampak pada
pengolahan dan penyimpanan data yang membawa perubahan pada perusahaan itu
sendiri dan juga prosedur yang diterapkan sebagai pengendalian internal.
Perubahan yang mungkin terjadi adalah semakin hematnya waktu yang diperlukan
untuk memperoleh sebuah informasi yang diperlukan manajemen untuk membuat
keputusan.
Ketika sebuah perusahaan yang menggunakan pengolahan data
secara manual melakukan perubahan total dengan pengolahan data menggunakan
komputer (elektronik) maka terjadi perubahan besar dalam perusahaan. Pendidikan
khusus dan pelatihan bagi karyawan harus diadakan untuk membantu pemahaman cara
pengoperasian program komputer. Selain itu, semakin besarnya faktor biaya yang
akan dikeluarkan oleh perusahaan untuk mewujudkannya.
Pengolahan data yang diterapkan merupakan suatu proses untuk
melakukan manipulasi dan pemakaian data. Proses tersebut dilakukan melalui
kegiatan perekaman, klasifikasi, penyortiran, penghitungan, pengikhtisaran dan
pelaporan. Pengolahan data menggunakan komputer (elektronik) dalam perusahaan
dapat diketahui dengan adanya pemusatan fungsi dan pemusatan data. Ciri ini
akan membawa perhatian perusahaan pada evaluasi struktur pengendalian intern
yang dilaksanakan.
Hal ini perlu mendapat perhatian khusus terutama ketika
auditor yang ditunjuk akan melakukan pemeriksaan terhadap sistem yang akan
diaudit. Pengolahan data elektronik (selanjutnya akan disebut PDE) berpengaruh
pada profesi auditor dimana profesi ini dituntut untuk menguasai aplikasi
program yang digunakan oleh kliennya.
Sistem pengolahan data manual dan PDE memiliki beda yang
sangat besar sehingga dibutuhkan keahlian tertentu untuk dapat menggunakannya.
Penerapan PDE pada perusahaan akan dapat membantu perolehan evaluasi bukti
sehingga efektivitas dan efisiensi dapat tercapai. Semakin pentingnya PDE saat
ini menuntut perusahaan untuk memiliki Struktur Pengendalian Intern
(selanjutnya akan disebut SPI) yang baik pula. PDE memiliki hubungan dengan SPI
perusahaan dimana terdapat pemisahan fungsi yang jelas dalam pelaksanaan
operasional.
Tujuan penerapan SPI dalam perusahaan adalah untuk
menghindari adanya penyimpangan dari prosedur, laporan keuangan yang dihasilkan
perusahaan dapat dipercaya dan kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan
peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terutama manajemen
berusaha untuk menghindari resiko dari adanya penerapan suatu sistem. Banyak
dan detailnya prosedur yang dibuat tidak menutup kemungkinan akan timbulnya
resiko penyimpangan. PDE merupakan salah satu metode yang digunakan sebagai
alat pengolahan data dalam perusahaan.
SPI memiliki tiga elemen penting yang mendukung yaitu
lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur pengendalian.
Lingkungan pengendalian dalam perusahaan meliputi semua unsur yang mendorong
terciptanya efektivitas kebijakan perusahaan dimana unsur ini lebih
dititikberatkan pada sumber daya manusia yang tersedia dalam perusahaan.
Manajemen perusahaan membuat suatu prosedur yang digunakan
sebagai acuan operasional perusahaan yang mencakup cara dokumentasi atau
pencatatan atas semua transaksi yang telah terjadi. Kondisi semacam ini disebut
dengan sistem akuntansi. Selain itu, untuk memperoleh suatu keyakinan memadai
akan tercapainya tujuan perusahaan maka diperlukan suatu prosedur pengendalian
yang menjelaskan otorisasi transaksi dan aktivitas, pemisahan tugas hingga
adanya verifikasi atas dokumen.
Hal yang sama juga harus dilaksanakan atas PDE. SPI atas PDE
sangat penting karena data yang dimiliki berjumlah besar yang pasti akan
menimbulkan dampak yang lebih besar. Selain itu, pengawasan akan kelayakan data
harus dilakukan sehingga penyelewengan terhadap kecanggihan PDE tidak akan
terjadi.
Ada dua macam pengendalian dalam PDE yaitu pengendalian umum
dan pengendalian aplikasi. Kedua jenis pengendalian ini bertujuan untuk
mencegah dan mendeteksi kecurangan yang dilakukan baik itu pada pemakai data
(operator) maupun penyelewengan akan aplikasi program yang diterapkan pada
sistem perusahaan.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ditujukan
untuk mencapai laba. Laba tercapai ketika perusahaan memiliki pemasukan
terhadap kas akibat adanya suatu transaksi penjualan. Order penjualan bagi
perusahaan merupakan tahap awal dari transaksi penjualan. Kemudian order ini
berlanjut dengan adanya pengakuan piutang ketika penjualan terjadi secara
kredit. Tahap akhir dari transaksi penjualan adalah adanya penerimaan sejumlah
kas dari pelunasan piutang yang dimiliki atau penerimaan kas dari penjualan
tunai. Semua tahap dari transaksi tersebut harus dicatat dan didokumentasikan
sesuai kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan.
Bagian yang bertanggungjawab atas segala aktivitas atau
transaksi penjualan adalah bagian penjualan sesuai dengan prosedur yang
mengatur tentang transaksi ini. Berkaitan dengan PDE yaitu penggunaan komputer
akan sangat membantu bagian penjualan untuk mengontrol informasi yang
dibutuhkan terutama ketika masih ada piutang yang harus ditagih. Untuk
mendukung hal itu maka ada beberapa personil yang harus memiliki
keahlian-keahlian berikut, yaitu: memahami konsep dan desain sistem dan
kemampuan menggunakan komputer dalam mengolah data yang masuk.
Ketika suatu wewenang diberikan pada pihak yang
bertanggungjawab (dalam hal ini bagian penjualan) maka harus ada pengendalian
dalam pelaksanaannya agar penyelewengan dapat dihindari. Begitu pula, dengan
pelaksanan SPI atas pengolahan data transaksi penjualan yang terjadi di PT.
DIOMA Malang. PT. DIOMA yang merupakan sebuah perusahaan penerbit buku yang
berdomisili di daerah Malang menerapkan teknologi komputer dalam operasional
pengolahan datanya.
Penerapan teknologi komputer ini mendukung aktivitas penjualan
perusahaan dimana dalam pelaksanaannya setiap personil perusahaan diharuskan
mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Prosedur yang ditetapkan oleh
direktur dimaksudkan agar data yang diolah dapat menghasilkan informasi yang
tepat guna bagi pemakai. Pemakai informasi tersebut adalah pihak manajemen dan
juga komisaris perusahaan.
Untuk menghindari terjadinya fraud (kecurangan)-yang
merupakan salah satu resiko- aka diperlukan pengendalian terhadap pengolahan
data tersebut.
Prosedur yang dibuat harus diteliti antara peraturan dan
pelaksanaannya terlebih ketika perusahaan menerapkan teknologi komputer dalam
kegiatan operasionalnya. Kesalahan input data baik dengan disengaja maupun
tanpa sengaja membutuhkan pengendalian.
Setiap laporan yang dihasilkan dari pengolahan data tersebut
dibuat dengan tujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan. Dalam pengendalian
pengolahan data tersebut banyak hal yang harus dicermati oleh PT. DIOMA
terlebih jika ada celah bagi fraud (kecurangan) untuk muncul karena kejadian ini
bisa timbul baik dari pihak intern perusahaan maupun pihak luar. Berdasarkan
pemaparan di atas, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian terhadap satu
obyek dengan judul “SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI) TERHADAP PENGOLAHAN DATA
ELEKTRONIK (PDE) PADA SIKLUS PENJUALAN (Studi Kasus pada PT. DIOMA Malang)”
referensi : http://sucii-disini.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment